Tampilkan postingan dengan label hama tanaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hama tanaman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Februari 2019

Budidaya Macam - Macam Menaman Alpukat Dari Biji Sendiri

DISTRIBUTOR INSECTNET - Lim Corporation 


Menaman Alpukat:

Alpukat yang dikenal dengan nama latin Persea americana merupakan buah yang berasal dari daratan Amerika Tengah dan Meksiko. Alpukat atau avocado berasal dari kata ahuacatl, merupakan bahasa Aztek dari Amerika Tengah dan Meksiko. Bahwa alpukat telah dikonsumsi oleh masyarakat didaratan Amerika.

1. Persiapan Biji Alpukat
Petama menanam alpukat dari biji adalah mempersiapkan biji atau benih alpukat terlebih dahulu. Benih atau biji alpukat, Karena kita bisa mendapatkannya dari buah alpukat yang sudah tua.

2. Persiapan Media Tanam (Media Air)
Untuk memudahkan pembibitan tanaman alpukat, Kita lakukan dengan media air terlebih dahulu. Media air ini memudahkan pertumbuhan akar dan tunas.Dengan media air, pembibitannya lebih dapat dikontrol dan diawasi.


3. Proses Pembibitan Tanaman Alpukat
Pembibitan dikatakan tahapan awal menanam alpukat. Pembibitan menjadi faktor penting pertumbuhan tanaman. Menyiapkan biji alpukat media tanamnya, lakukanlah metode pembibitan dengan tahapan berikut.
- Tuangkan air ke dalam cup atau gelas plastik yang telah kita sediakan. Kuantitas air tidak akan memenuhi gelas, sehingga cukup tuangkan - air sebanyak ¾ gelas.
- Diletakkan biji alpukat yang telah kita tusuk dengan gigi diatas cup atau gelas plastik.
- Dipastikan posisi atau letak biji alpukat yang benar,Yang terendam air adalah bagian bawahnya, Tempat tumbuhnya akar.
- Berikan biji alpukat yang terendam air adalah sebanyak ¼ bagian.
- Berikan garis sesuai dengan ukuran air.
- Tuangkan satu sendok gula pasir ke dalam air. Gula pasir berfungsi sebagai nutrisi untuk pertumbuhan tunas dan akar alpukat.
- Letakkan ditempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

BACA JUGA:
4. Pemeliharaan Bibit Tanaman Alpukat  
Untuk pemindahan ke media tanah yang kita siapkan sekarang. Alat dan bahan yang kita perlukan:
- Kita harus diperhatikan volume air. Sewaktu-waktu volume air kita berkurang atau berada dibawah garis yang menjadi tanda ukuran air.
- Siramlah atau kita tambahkan air sampai garis batas volume air.
- Pemeriksaan volume air setiap hari. Jangan biarkan biji alpukat tidak terendam oleh air karena mengakibatkan kegagalan dalam bercocok tanam pada tahap awal.
- Gantilah air yang digunakan 5 hari sekali.
- Di pantau pertumbuhan calon tanaman alpukat.
- Hari ke 21, biji alpukat mulai retak.Menandakan bahwa akan dan tunas akan segera tumbuh.
- Hari ke 22 sampai hari ke 28, pertumbuhan akar dan tunas pada biji  alpukat.
- Hari ke 45, akar yang sudah rimbun dan tunas sudah tumbuh sekitar dari 15 cm.
- Tanaman alpukat yang sudah siap lalu pindahkan ke media tanah.

5. Persiapan Media Tanam ( Media Tanah )
Setelah bibit tanaman alpukat sudah berakar rimbun dan tunasnya mencapai tinggi kurang lebih 15 cm, Artinya sudah dapat memindahkan bibit ke media tanah. Untuk pemindahan ke media tanah, tentunya yang dipersiapkan sedikit berbeda.

6. Pemindahan Bibit ke Media Tanah
- Masukkan tanah kedalam pot.Cukup mengisi pot sampai setengah bagian saja.
- Letakkan bibit tanaman alpukat.
- Masukkan lagi tanah untuk menutupi akar tanaman alpukat hingga tanah kuat untuk menyangga tanaman.
- Potong tunas sekitar 7 cm sebagai untuk merangsang pertumbuhan batang dan daun tanaman.
- Siram tanaman alpukat dengan air secukupnya.
- Letakkan tanaman alpukat tempat yang terpapar dengan sinar matahari.



7. Pemeliharaan Tanaman Alpukat
Memelihara tanaman sebagai berikut.
- Letakkan tanaman alpukat ditempat yang memenuhi diluar rumah atau di pekarangan.
- Siram dengan teratur.
- Daun yang sudah menguning artinya tanaman terlalu banyak mengandung air. - Masih daun menguning, keringkanlah dibawah sinar matahari.Setelah kering, siram kembali dengan teratur.
- Masih daun berwarna coklat dengan ujungnya kering, artinya tanaman terlalu banyak mengandung garam.
- Potonglah batang tanaman dengan teratur, jangan sampai yang ada tingginya melebihi 30 cm.

8. Proses Panen Alpukat
Usia panen alpukat berkisar sekitar 6 sampai 7 bulan setelah pembibitan. Kita juga tergantung pada kondisi cuaca, angin, intensitas cahaya matahari yang didapatkan. Oleh karena itu penentuan panen tidak dilakukan hanya dengan kasat mata seperti dengan melihat warna kulit luarnya saja.

JUAL INCESTNET MURAH
* Info Lengkap Mengenai Harga Insect Net Klik tautan berikut ini http://bit.ly/hargainsectnet

Bila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Insect Net untuk greenhouse atau penjemuran atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com

Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

CATATAN :
– Minimal order 1 Ball (20 roll)
– berat per ball sekitar 60kg
– harga franco Surabaya, belum termasuk biaya kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah sewaktu-waktu


Sabtu, 24 November 2018

Mengenal Hama Yang Biasa Menyerang Tanaman Tomat Agar Bisa Mengantisipasi Adanya Hama Tomat

Menjual Kasa Anti Seranga Yakni Insct net - Lim Corporation

Tomat adalah salah satu jenis tanaman hortikultura yang mempunyai potensi untuk dibudidayakan di negara beriklim tropis seperti di indonesia. Tanaman tomat bisa di tanam di dataran tinggi ataupun dataran rendah. Tanaman tomat yang ditanam di daerah dataran rendah yang paling sesuai adalah varietas yang tahan terhadap suhu panas.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses budidaya tomat yakni adalah hama. Adanya hama yang biasa menyerang tanaman tomat adalah ancaman serius untuk para petani tomat dan petani lainya. Dimana serangan hama dan penyakit pada tomat akan mengurangi produksi saat panen, bahkan bisa mengakibatkan gagal panen pada saat waktu panen tiba.

Baca Juga : 

Hama adalah hal yang paling mengerikan bagi para petani tomat ataupun petani tanaman lainnya. Sebab hama bisa mengganggu pertumbuhan tomat. Dampaknya jika tanaman tomat diserang oleh hama, tanaman tomat bisa saja tak berproduktivitas tinggi lagi atau juga bisa tanaman tomat mati.

Hama dapat menyerang tanaman tomat bukan serta merta menyerang tanaman tapi ada sebabnya. Penyebab dari adanya hama ialah karena gulma tak pernah dilakukan proses pensiangi atau dibersihkan dan perawatan.

Untuk itu, penting bagi anda untuk mengenali hama yang biasa menyerang tanaman tomat. Mengenal hama yang dapat menyerang tanaman tomat, kita akan bisa mengambil tindakan apa yang perlu kita lakukan untuk mengendalikan hama dan penyakit tersebut.

Dengan mempelajari hama dan penyakit tomat beserta cara pengendalianya diharapkan, akan bisa membantu keberhasilan pada saat proses budidaya tanaman tomat.

Berikut adalah beberapa hama yang dapat menyerang tanaman tomat dan cara mengendalikannya, yaitu :

1. Kutu daun Thrips Tomat
Ciri-ciri  yang menonjol dari kutu daun thrips ialah mempunyai panjang 1 mm dan mempunyai warna hitam. Kutu daun thrips ini menyerang bagian daun tanaman. Akibatnya dari proses fotosintesis pada tanaman akan terganggu sebab proses fotosintesis terganggu atau bahkan bisa juga terhenti total.

Kutu daun thrips ini sering menghisap cairan yang berada didaun tanaman. Ciri - ciri dari serangan kutu daun thrips ialah daun tanaman akan mengalami perubahan warna menjadi putih. Serangan yang sudah parah akan menyebabkan daun menjadi kering dan seiring berjalanya waktu tanaman akan mati.

Cara pengendalianya adalah dengan cara memberi cairan insektisida sesuai dengan dosis yang ditentukan. Sedangkan cara untuk pencegahan serangan hama ini ialah dengan cara membersihkan gulma disekeliling tanaman tomat sebab kutu daun thrips kebanyakan berlindung pada bagian gulma.

2. Ulat Buah Tomat
Ulat buah tomat ini biasa melakukan penyerang pada bagian daun, bunga, dan buah tanaman tomat. Ciri-ciri dari hama ulat buah tomat ialah mempunyai panjang tubuh sekitar 3 cm.

Ulat ini mempunyai warna tubuh coklat sampai hitam. Tubuhnya diselubungi oleh bulu-bulu halus. Yang akan terjadi jika ulat buah tomat ini menyerang salah satu bagian tanaman seperti buah tomat adalah munculnya lubang yang mengelilingi buah. Tanaman tomat akan infeksi dan mengalami kebusukan (mati).

Pengendalian ulat buah tomat ini dapat dilakukan dengan memasang perangkat yang memiliki cahaya ultraviolet, membunuh telur beserta ulatnya, dan membersihkan tanaman liar di sekitar tanaman tomat.

Cara pengendalian ulat  buah, dan caranya antara lain dengan membersihkan lingkungan dari rerumputan yang biasa menjadi tempat sembunyi ulat atau juga bisa menjadi tempat tinggal ulat, dan ambil buah yang telah terserang ulat lalu dimusnahkan.

Selain itu anda juga bisa mengendalikan dengan menyiramkan insektisida, seperti Ludo 310EC, Prevanthon 50SC, atau Diazino 60EC. Penyemprotan lebih baiknya dikerjakan dengan dosis yang sesuai.

3. Kutu daun Aphis Hijau Pada Tomat
Kutu daun hijau lebih populer disebut dengan kutu hijau. Ciri-ciri dari kutu hijau ialah mempunyai panjang tubuh 2 mm. Warna tubuhnya adalah cokelat hingga hitam.

Kutu daun hijau ini paling sering menyerang bagian bawah daun tanaman tomat. Ciri-ciri dari serangan kutu daun hijau ialah tanaman menjadi kecil (kerdil), daun menjadi tidak bagus dan tergulung. Kutu hijau adalah penyalur virus. Itu mengartikan bahwa tanaman akan terkena virus yang ditularkan oleh kutu  daun.

Penyakit virus termasuk penyakit yang dapat mematikan. Jika kutu daun hijau ini tak cepat - cepat dibasmi, maka akan mengakibatkan tanaman menjadi busuk dan lebih parahnya lagi tanaman akan mati .

Kutu hijau ini dapat dikendalikan dengan menjaga kebersihan areal budidaya dari tanaman inang. Selain itu, juga dapat dilakukan dengan penyemprotan akarisida berbahan aktif abamectin.

4. Ulat Tanah (Agrotis ipsilo hufn)
Serangan hama tersebut di tandai dengan terlepasnya tanaman pada bagian pangkal batang yang akan mengakibatkan tanaman menjadi busuk, rusak, dan lebih paranya lagi tanaman bisa mengalami kematian. Pengendalian hama ini dapat dikerjakan dengan melaksanakan sanitasi kebun atau lahan selain itu juga bisa dengan melakukan peyemprotan dengan insektisida sesuai dengan dosis yang ditentukan.

Cara pengendalianya, yakni dengan menggunakan mulsa plastik dimana mulsa bisa meningkatkan suhu di dalam tanah, sehingga pupa dan ulat tak akan bisa bertahan hidup pada tanah. Lakukan pengolahan tanah dengan bagus, dan jika perlu lakukan penyemprotan menggunakan insektisida.

* Ayo bergabung di Fanpage kami "Pertanian & Perkebunan" agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

5. Lalat Buah (Bactrocera sp)
Hama tersebut mempunyai ukuran sekitar 8 mm denga warna tubuh hijau matang kehitaman dan mepunayi sayap tranparan. Sedangkan pada saat belatung muda mempunyai warna putih dan kekuningan apabila menjelang dewasa pada daging tomat. Tomat yang terserang hama ini akan mengalami pembusukan dan terdapat belatung di dalamnya.

Pengendalian hama ini dapat dikerjakan dengan cara melaksanakan pengolahan dengan cara yang baik dan benar, membuat perangkap, namun bila sudah terlanjur terserang dapat dilakukan pemetikan tomat lalu membakarnya supaya tidak menyebar pada buah yang lainnya.

Cara mengendalikan hama lalat buah, antara lain sanitasi lingkungan, buang dan musnahkan buah yang terserang hama tersebut, dan lakukan pengolah tanah disekitar tanaman supaya pupa dalam tanah mati.

Selain itu dapat dikerjakan pengendalian dengan insektisida berbahan aktif metomil atau profenofos. Insektisida berbahan aktif metomil, semisal lannate, metindo, dan bomba. Sedangkan insektisida berbahan aktif profenofos, semisal curacron, biocron, dan buzzer.

6. Ulaut Grayak (Spodoptera liture F)
Tanaman tomat yang diserang hama ini di tandai dengan permukaan daun atas akan berlubang dan tulang daun akan busuk ataupun rusak sehingga daun tak beraturan atau tak merata.

Pengendalian hama ini bisa dikerjakn dengan cara melakukan pemangkasan daun yang terserang atau dengan cara melakukan penyemprotan dengan insektisida sesuai dengan dosis.


jual kasa insect Net  
* Info selengkapnya mengenai harga Insect Net klik DISINI

Jika Anda Membutuhkan atau Ingin Menggunakan Insect Net untu melindungi tanaman anda dari serangga atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja. (Minggu dan Hari Besar Kami Tutup).

Customer Service :
Telp : 031 - 8830487 
Mobile : 0852 3392 5564 / 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 
Email : limcorporation2009@gmail.com
Whatsapp : Admin 1 / Admin 2 / Admin 3

Catatan :
- Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim
  Ke kota tujuan
- Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu
- Harga netto (tidak termasuk PPN )

Minggu, 04 November 2018

Tips Cara Pengendalian dari Hama Putih (Nymphula Depuntalis guenee)

Menjual Kasa Insct Net Warna Hujau dan Putih - Lim Corporation

Hama putih atau biasa juga disebut penggulung daun, yang mempunyai nama latin Nympula depunctalis (Guenee). Biasanya hewan ini menyerang tanaman yang berumur lebih dari 6 bulan. Ciri khas yang dapat dilihat untuk tanda hama putih ialah adanya tabung-tabung yang terbuat dari daun tanaman padi yang tergerek (terpotong) yang berisi larva dan kepompong yang dipakai untuk perlindungan diri dan penyebaran dalam mencari makan. Biasanya tabung-tabung itu banyak terapung di areal persawahan. Berbeda dengan hama putih palsu yang dia hanyalah menggulung tanaman dan tidak memotongnya dan menggerek klorofilnya.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan sedikit tips cara bagaimana mengendalikan hama putih (Nyumpula depunctalis guenee) yang dapat merusak tanaman kita. Adapun tips Cara pengendalian dari hama putih (Nymphula depuntalis guenee) adalah dengan cara berikut ini, yaitu :

Baca Juga :
1. Bersihkanlah rumput - rumput yang merupakan tanaman inang hama putih( Nymphula depuntalis guenee). Tanaman inang hama putih diantaranya merupakan rumput lempuyangan dan rumput asinan

2. Cara pengendalian yang paling baik menurut BB Padi adalah dengan cara mengeringkan lahan selama 3 - 5 hari. Disebabkan larva dari hama putih ini bernafas dengan cara mengambil oksigen dari dalam air sehingga jika lahan dikeringkan hama ini pasti akan kehilangan oksigen atau tak bisa bernafas.

3. Ada pun cara yang ke 3 adalah, yakni mengumpulkan larva dan pupa hama putih tersebut lalu menghabisinya dengan cara mengSuburnya.

Ciri fisik hama putih (Nymphula depuntalis huenee) :

Hewan ini mempunyai warna yang sangat mencolok, yaitu warna putih, Panjang sayap dari hewan berikut adalah 6 mm dan rentang sayap 15 mm. Hewan ini biasa muncul pada saat malam hari dan tertaik cahaya.

* Ayo bergabung di Fanpage kami "Pertanian & Perkebunan" agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Telur 
- Stadium telur 2 - 6
- berbentuk bulat berwarna kuning muda
- telur diletakkan secara kelompok pada daun atau juga bisa diletakan pada pelepah yang berdekatan dengan permukaan air, adapun jumlah telur per kelompok adalah 10 - 20 butir.
- 1 ekor hewan ini mampu menghasilkan 50 butir telur.

Jual insct net
* Info selengkapnya mengenai harga Insct Net klik DISINI

Jika Anda Membutuhkan atau Ingin Menggunakan Insect Net untu melindungi tanaman anda dari serangga atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja. (Minggu dan Hari Besar Kami Tutup).

Customer Service :
Telp : 031 - 8830487
Mobile : 0852 3392 5564 | 0877 0282 1277 | 0812 3258 4950
Email : limcorporation2009@gmail.com
Whatsapp : Admin 1 | Admin 2 | Admin 3

Catatan :
- Minimal order 10 roll
- Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim
  Ke kota tujuan
- Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Jumat, 12 Oktober 2018

Mengenal Hama Serangga Tanaman dan Cara Menanganinya


Distributor Kasa Insec Net - Lim Corporation 

Hama tumbuhan merupakan organisme yang menyerang tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembanganya terusik. Hama yang menyerang tumbuhan antara lain walang sangit, wereng, tungau, dan ulat.

1. Wereng
Wereng merupakan sejenis kepik yang merupakan daun dan batang tumbuhan berlubang - lubang, kemudian kering, dan pada akhirnya mati.

* Ingin Dapat Info Pertanian & Perkebunan Terkini? Kunjungi DISINI

2. Walang Sangit
Walang sangit ialah salah satu masalah hama yang juga meresahkan petani. Hewan ini bila diganggu, akan loncat dan terbang sambil mengeluarkan bau. Serangga ini mempunyai warna hijau kemerah- merahan.

3. Ulat
Kupu - kupu ialah serangga yang mempunyai sayap yang indah dan benareka ragam warna sayap. Kupu - kupu menempatkan telurnya dibawah daun dan bila menetas berbentuk larva. kupu sebagai ulat. Pada fase ini, ulat aktif memakan dedaunan bahkan pangkal batang, terutama pada waktu malam hari. Daun yang dimakan oleh ulat hanya tertinggal rangka atau tulang daunya saja.

Kasa insec Net
4. Tungau
Tungau (kutu kecil) bisaanya terdapat di sebuah bawah daun untuk mengisap daun tersebut. Hama ini banyak terdapat pada musim kemarau. Ciri - cirinya pada daun yang terserang kutu akan muncul bercak - bercak kecil lalu daun akan menjadi kuning lalu gugur. Hama ini dapat ditangani dengan cara mengumpulkan daun - daun yang suda terserang hama pada suatu tempat dan dibakar.

Nah, untuk mengantisipasi supaya hama atau serangga tidak masuk kami sarankan agar tanaman anda dilindung oleh kasa/insct net. Kasa ini berguna untuk melindungi tanaman anda dari berbagai serangan hama serangga penggangu seperti ada yang diatas tadi.


Insect Net Lim Corporation
Jika Anda Membutuhkan atau Ingin Menggunakan Insect Net untu melindungi tanaman anda dari serangga atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja.(Minggu dan Hari Besar Kami Tutup).

Customer Service
Telp          : 031 - 8830487
Mobile     : 0852 3392 5564 | 0877 0282 1277 | 0812 3258 4950
Email       : limcorporation2009@gmail.com
Whatsapp : Admin 1 | Admin 2 | Admin 3

Catatan :
- Minimal order 10 roll

- Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim
  Ke kota tujuan

- Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Kamis, 07 Desember 2017

Hama Yang Biasanya Menyerang Tanaman Hidroponik



Hama adalah makhluk hidup yang sedang mencari makan untuk hidup. Tetapi keberadaannya yang sering merusak tanaman sayuran menjadikan hama termasuk organisme yang dimusuhi oleh petani.

Bahkan dengan teknik hidroponik pun, hama masih menyerang tanaman. Maka dari itu, sebagai penanam tanaman hidroponik harus wajib mengetahui hama yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman serta bagaimana penanganannya.

Macam - macam hama yang menyerang tanaman hidroponik :  

1. Ulat Grayak

Hama ulat ini sesunggunya sudah sangat terkenal di seluruh dunia pertanian. Pasalnya reputasi ulat ini sendiri memang tidak perlu diragukan lagi, bahkan menjadi musuh lama bagi para petani. Salah satu jenis ulat yang seringkali menyerang tanaman yaitu ulat grayak atau spodoptera litura.

Ulat grayak bisa menghabiskan daun hingga benar-benar habis dalam waktu yang singkat, hal ini bisa mengakibatkan kemampuan fotosintetis dari tanaman menjadi terganggu.

Pada serangan yang masuk dalam tahap masif, ulat grayak mampu memakan habis seluruh bagian daun tanaman, bahkan hanya sekedar menyisakan tulang-tulang daunnya saja.

Penanganan hama ini bisa dilakukan secara mekanis yakni dengan membasmi telur serta ulat itu sendiri atau bisa dilakukan dengan metode kimia dengan menggunakan pestisida.



2. Semut Merah

Semut merupakan hama utama di pertanian serta perkotaan, yang bisa merusak tanaman serta menyerang wilayah pemukiman baik di luar maupun di dalam ruangan. 

Penanganannya yakni dengan buang atau memusnahkan semua semut pengganggu yang ditemukan. Bersihkan tanaman dengan air hangat atau air sabun. Bisa juga disemprot menggunakan malathion ataupun jenis lain yang cocok untuk membasmi hama ini



3. Lalat Buah

Lalat buah atau Bactrocera sp. adalah hama yang banyak menyerang buah - buahan dan sayuran. Lalat buah adalah salah satu hama penyebab gagalnya panen buah. Kerugian yang disebabkan dari serangan lalat buah di Indonesia cukup besar.

Dalam membasmi hama ini, para petani telah melakukan penanganan secara alami, diantaranya dengan membungkus buah, pengurungan tanaman dengan jaring plastik, pengasapan di sekitar pohon serta lainnya. Usaha ini memungkinkan untuk luas lahan yang relatif sempit, tetapi tidak efisien untuk lahan yang luasnya puluhan hektar.

Penanganan lain yang telah dilakukan yaitu pemandulan jantan, kimiawi serta memakai perangkap dengan menggunakan atraktan atau penarik.


BACA JUGA





4. Thrips
Hama Thrips atau trhips tabaci adalah hama yang paling berbahaya bagi tanaman. Hama ini menyerang pada daun tanaman terutama pada daun muda atau bagian pucuk tanaman. Gejala awal yang mudah dideteksi yaitu bila ditemukan daun keriting serta menggulung ke atas.

Akibat dari serangan hama thrips yaitu daun keriting, kering lalu mati. Pertumbuhan tanaman bisa terganggu serta produktivitas menurun. Pada serangan hebat bisa menyebabkan gagal panen, karena tanaman tidak mampu berproduksi sama sekali. Serangan hama thrips juga mengakibatkan bunga-bunga kering serta rontok.

Serangan pada tanaman muda menyebabkan kelayuan. Penanganan bisa dengan menyemprotkan insektisida atau dengan menggunakan perangkap kuning yang dilapisi lem.


 
5. Tungau tanaman

Hama tungau atau Mite adalah hama yang menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan daun di dalam jaringan mesofil hingga jaringan itu rusak. Akibatnya klorofil pada daun pun menjadi rusak serta bisa menghambat proses fotosintesis pada tanaman.

Serangan hama tungau ditandai dengan munculnya bintik berwarna kuning pada permukaan daun. Bintik tersebut lama-kelamaan melebar kemudian berubah menjadi kecokelatan serta akhirnya menghitam.

Daun menjadi berkerut serta menggulung kearah bawah, menebal, berbentuk seperti sendok terbalik. Bagian bawah daun berwarna layaknya tembaga serta terdapat benang-benang putih halus. Penanganan hama tungau bisa dengan menggunakan pestisida alami maupun menggunakan pestisida kimia.



6. Kutu Kebul

Kutu kebul (Bemisia Tabaci) atau disebut juga dengan kutu putih, secara internasional dikenal dengan Silverleaf whitefly, adalah salah satu dari lalat putih yang saat ini termasuk hama penting tanaman budidaya. Kutu kebul tersebar di seluruh dunia terutama di kawasan iklim subtropis juga  tropis, seperti Indonesia.

Hama ini akan menghisap cairan dan serta batang pada tanaman sehingga tanaman yang terserang akan tumbuh kerdil, daunnya akan mengkerut, serta lama kelamaan tanaman akan mati secara perlahan. Penanganan hama ini bisa dengan memakai pestisida atau dengan menggunakan musuh alami kutu kebul.



7. Penggorok Daun
Hama Penggorok Daun  atau Liriomyza huidobrensis merupakan hama yang dikenal juga dengan sebutan leaf miner, adalah spesies lalat dari genus Liriomyza serta keluarga Agromyzidae. Lalat ini menyerang daun tanaman dengan cara menaruh telur di bagian epidermis daun.

Setelah telur menetas, larva yang baru menetas akan menggorok serta masuk ke dalam jaringan mesofil daun. Sehingga jaringan daun menjadi kosong, serta menampakkan bercak berwarna putih atau keperakan di atas permukaan daun. Penanganan hama ini dapat dengan menggunakan insektisida.




8. Belalang

Belalang merupakan salah satu serangga pemakan daun yang sangat mengganggu tanaman produktif petani. Tak jarang segala cara telah dilakukan untuk membasmi hama ini, namun hasilnya selalu mengecewakan karena hanya beberapa yang mati namun sebagian besar tetap saja menyerang tanaman.

Penanganan hama ini bisa dengan diambil secara manual atau dengan pestisida organik. Uniknya di beberapa daerah di Indonesia, belalang yang biasa menjadi hama tanaman ini di cari bukan sekedar untuk dimusnahkan, tetapi untuk dikonsumsi sebagai sumber protein.


Sekian dari saya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda terima kasih.